Zimbabwe, Negara yang Menghitung Uang Pembayaran dengan Cara Ditimbang Beratnya
Beberapa barang
dihargai dengan menentukan berapa beratnya seperti misalnya buah, sayur,
dll. Namun bagaimana jika itu adalah uang ? Uang biasanya dihargai
sesuai nominal dari uang tersebut.
Namun, di sebuah negara
di Afrika dimana masyarakatnya melakukan transaksi jual beli dengan
menimbang berat dari uang tersebut. Negara itu adalah Zimbabwe.
Negara miskin ini saat
ini terkena bencana finansial, yaitu mengalami inflasi sebesar
2.200.000% dan menjadi inflasi terbesar dalam sejarah manusia. Inflasi
adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum (harga jual
barang) dan terus-menerus. Sehingga nilai dari mata uang menjadi
menurun. Contoh pada zaman dulu harga cakue hanya 100 rupiah namun
akibat krisis moneter (1998) harga menjadi 500 rupiah karena inflasi
tersebut.
Akibat dari inflasi yang gila-gilaan tersebut, nilai mata uang dari negara Zimbabwe
menjadi seolah tidak berarti di mata dunia. 2 dollar Amerika atau
sekitar 20.000 rupiah senilai dengan 500 juta dollar Zimbabwe. Luar
biasa bukan, namun miris melihat kondisi itu. Dengan pendapat per kapita
masyarakatnya sekitar $500 dan menjadikan Zimbabwe menjadi negara
termiskin no. 3 di dunia sebelum Liberia (2) dan Kongo (1).
Lebih buruk lagi,
harga-harga barang di negara itu begitu cepat merangsak naik, bahkan
dikabarkan harga barang disana dapat naik dalam hitungan menit hingga
detik. T-T
Uang-uang tersebut
dikumpulkan dan dikemas dalam plastik, dan akan sangat jarang uang ini
digunakan dalam perlembarnya, namun per-gepok-nya. 1 gepok uang tersebut
memiliki nominal tersendiri, sehingga lebih praktis jika menimbang uang
tersebut daripada menghitung uangnya perlembar dalam gepokan tersebut.
Keburu subuh baru beres. He5x.
Di Zimbabwe benda yang
tidak akan berguna adalah dompet. Tak ada dompet yang muat untuk
dijejali oleh gepokan uang tersebut. Butuh kresek, koper, bahkan becak
untuk membawa uang ini kemana-mana sehingga orang sangat mencolok jika
sedang membawa uang.
Perlu disyukuri
bahwa kita tidak terlahir di negara ini. Cara bersyukur adalah dengan
melihat ke bawah, bukan ke atas. Karena jika kita melihat ke atas maka
kita akan memaki diri kita sendiri yang ada di bawahnya.